Kamis, 05 Juni 2008

Tiga Puisi 'Kebul-kebul'

Puisi Mashuri

Padma Retak
: Rolak Jagir

kau tersenyum bak bunga padma
retak
karena tembok-tembok tua yang berjejak di kutangmu
selalu saja ruapkan uap sengak;
kali-kali cokelat yang mengalir di kakimu ‘lah jadi saksi
betapa asin-asam tubuhmu
oleh hidup yang tak habis-habisnya, oleh lelah
yang tak kunjung dapat penawarnya…
matamu pun menyimpan
gedung-gedung yang rubuh, stasiun hancur,
kakilima dibongkar, juga pasar-pasar terbakar
---kau pun sering menapak di lapak
lapak usang, tempat kau mendengkur dan selangkangmu
menjadi kubur bagi pejantan; yang tiap malam
merambat di gelambir kulitmu
bagai keong, kepiting, juga ikan-ikan
dilempar dari air comberan….
tapi tak ada laki-laki di hatimu, kecuali harapan
yang kelewat indah tentang sebuah mahligai
yang dulu pernah kau bangun
dan kini tinggal unggun…
berasap, gelap, menyesakkan dada dan kelaminmu
yang berangsur kering

Surabaya, 2008

Puisi Mashuri

Adam Kesembilan

akulah adam kesembilan yang tersaruk ke lubang jahannam
ketika malam bunting dan angin berputing di selangkangku
dunia aku gapai dari senja yang mengabur di retina

aku pun beringsut, bak pejalan larut yang kesepian,
ketika malam melarut kehampaan
dalam keingkaran akut, aku pun bermadah
: o luka yang tak henti teteskan nanah, yang tak bersurut oleh gempa
inilah surgaku, surga yang terjaga dari ibu, surga yang tersusun
dari batu dan terumbu, surga yang di matanya air mengalir sampai
jauh… o luka waktu, o evaku yang tak juga ku temu

akulah adam yang terbenam ke jalan malam dan tersekat di ruang
tak dikenal, karena akal telah ditumbuhi ilalang
dan dada lebat oleh hutan
dan hujan
yang menetes di alur takdirku yang arusnya
menggapai rindu
kembali memeluk firdaus yang aus…
bersua dengan evaku yang kudus

Surabaya, 2008


Puisi Mashuri

Sadis Gadis

kecantikanmu hanyalah luka ---tengoklah di jendela
berapa dada yang terbakar dan terkoyak oleh kerlingmu
berapa kepala terhempas di dinding cadas karena tak ber-asa
menuaimu, berapa…
jika matamu bulat telor, dan bibirmu adalah pelor
mungkin tak ada yang sudi mampir ke rumahmu
sambil bertanya: ‘seberapa aku harus melepas kolor?’
kecantikanmu hanyalah luka---lihatlah di ranjang
berapa kelamin tercacah percuma…

Surabaya, 2008

6 komentar:

dollar9 mengatakan...

kabar baik sobat? sudahkah merumahkan birahimu? kok gak kerungu kabare ... tapi kangenku terobati dengan 'kejalangan' puisi-puisimu.

iyo masih nyimpen nomere rozi nggak, kangen aq ... hp lawasku raib ...

sukron yen dibalesi ...

(peziarah.wordpress.com)

mashuri mengatakan...

semoga ini adalah sapaan dari orang sidoarjo yang serius dan alim, kawan lama yang getol berbicara tentang pembaruan pemikiran islam, selalu optimis dan memiliki nama depan yang aneh.
kabar saya baik, bapak dosen. ini no hp bpk rozi 08175021793. beliau sekarang jadi pengasuh amanatul ummah di kembang belor pacet. ada pula kabar gembira lainnya. Pada tanggal 9 juli 2008, hari rabu, ada reuni dan undangan walimah dari rozi. sekitar jam 10.00. di rumahnya tanggungan gudo jombang. insya allah, saya hadir. soalnya saya juga kangen banget sama teman-teman. ini no hp saya 081331333131. syukron telah mengunjungi blog saya.
salam

dollar9 mengatakan...

Makasih banget infonya, tp kasih selamat rozi tampaknya bakal via hp ... (kadonya pulsa aja) ... rabu itu ditugasin ke Jogja sejak selasa s.d. kamis. maklum masih jadi orang suruhan, banyak gak bisa nolaknya. titip cium sayang saya buat rozi (bukan istrinya) ...thx

mashuri mengatakan...

oke ntar kusampaikan. insya allah. tapi soal cium rozi, ntar dulu. aku khawatir, istrinya cemburu. sekarang ente sibuk banget ya. enak bisa jalan-jalan. tak apa-apa jadi orang suruhan, asal martabat dan duitnya nya seperti jenderal.

Pendekar Banten mengatakan...

Salam kenal mas,saya kagum sm karya y,,ijin Share

Pendekar Banten mengatakan...

Salam kenal mas,saya kagum sm karya y,,ijin Share